Selasa, 20 Januari 2015

CINTA SETELAH MENGENALNYA ^_^






WE LOVE KAMMI
Hmmm… ketika mendengar  tema “we love KAMMI” langsung muncul pertanyaan di benak ana,,wah seberapa besar ya cinta ane trhadap wajihah ini???
Ok dimulai dari sejak kapan si ana tahu mengenai KAMMI? Apakah pada saat dikampus ketika banyak perempuan- perempuan berseliweran dengan kerudung lebarnya? Atau dengan sapaan ramah para jilbaber yang menawarkan pendaftaran bimtes? Atau pada saat melihat mahasiswa- mahasiswi yang sedang aksi dengan lengkingan takbir yang mengundang perhatian,,,?? Hmm bisa jadi iya, tapi lebih tepatnya ana mengenal KAMMI yaitu pada saat pertama kali ana melihat sebuah jaket warna hijau ya sebuah jaket yang bertuliskan KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dengan jargon yang bertuliskan “Be a Good Moslem or Die of Syuhada”  beuh pas pertama baca merinding banget, serasa hati iini bergerak untuk ingin lebih tau lagi mengenai apa si KAMMI itu. Yang akhirnya dari situ ana mengazamkan dalam hati bahwa ketika kelak kalau ana jadi mahasiswa maka ana harus ikut KAMMI, lah kenapa harus menunggu kelak? Karena saat itu ana masih duduk di bangku SMP sekitar kelas 2 SMP. Lantas ana lihat jaket KAMMI itu di mana? Ok tenang,, ^_^ saat itu ana lihat jaket milik kakak 1 ana yang kuliah di jogja. Ok singkat cerita Allhamdulilah ana kuliah yang otomatis ana jadi sesorang mahasiswa, walaupun saat itu ana bukan kuliah dijurusan yang memang ana sukai, bahkan kampus yang ana tuju, namun ana ingat dengan azzam yang pada saat itu ana ikrarkan, bahwa ana harus masuk KAMMI.
Mulailah mahasiswa baru ini mencari- cari gimana si cara daftar or masuk KAMMI? Sebenarnya selain karena azzam ana, tapi ana juga di amanahkan untuk ikut organisasi yang memang berbasis dakwah (tertarbiyah) oleh Pembina ROHIS dan kaka kana yang pertama itu. Awalnya ana berfikir lah ana kan sudah fakultas Tarbiyah jadi knapa harus msuk organisasi yang Tertarbiyah? Ternyata tidak demikian. Dari situ semakin penasaran dan akhirnya ana masuk atau ikut pengkaderan KAMMI tepatnya pada tanggal 07- 09 Oktober 2011.
Karena pada saat itu ana mengikuti pengkaderan bersama orang- orang yang luar biasa,,dengan nama angkatan CERDAS (Cendekiawan Remaja Muslim 2011) yang saat itu bisa dikatakan bak bintang baru yang sedang terang- terangnya bersinar…(he.he.. lebay jg). Di wajihah ini, tak henti- hentinya ana mendapatkan pengalaman baru, pelajaran baru, saudara- saudara baru, menyenangkan sekali. Walaupun baru kenal saat di kampus tapi serasa sudah sangat dekat sekali, mungin ini yang dikatakan dengan ukhuwah, yah karena tarbiyah kami semua berukhuwah.
Kini sudah hampir 2 Tahun ana berada d KAMMI, tak terasa ternyata sudah jadi pengurus (katanya?), sudah mempunyai adik- adik baru yang harus ana rangkul, kini bukan lagi ana yang harus dirangkul tapi ana yang harus merangkul itu kata yang terngiang dari murobi. Tentunya ada banyak kendala yang dihadapi dalam dakwah ini entah internal atau eksternal. Tantangan dakwah tentunya sangat beraneka ragam bentuknya. Selama ini yang sering kita kenal ialah tantangan dakwah yang klasik misalnya: penolakan, cibiran, cacian, bahkan teror. Yah itulah jalan dakwah, jalan dakwah bukan rentang yang pendek dan bebas hambatan. Bahkan jalan dakwah penuh kesulitan. Amat banyak kendala dengan jarak tak terkira jauhnya. (meni serius) hehe…
Bukan ana tidak mengalami problemtika dakwah, ana mengalami yang namanya, gejolak kejiwaan (bukan gila loch) misalnya sedih, kecewa,senang, bangga, dll ,gejolak Syahwat (sering dikenal VMJ) yang sebenarnya merupakan fitrah manusia, namun bagaimana pintarnya kita dan cara kita mengelola fitrah itu, agar tidak menimbulkan fitnah, gejolak amarah, ketidak seimbangan antara aktivitas pribadi dan organisasi, tekanan dari keluaraga, bahkan merasakan kejenuhan dalam dakwah ini.  Namun semakin ana mngetahui, merasakan bahwa dakwah ini tidaklah mudah justru semakin ana mencintai dakwah ini, wajihah ini, dan saudara- saudara yang sama- sama berjuang di dakwah ini tentunya karena Allah.
Di KAMMI ini banyak sekali ilmu- ilmu yang sebelumnya ana belum dapatkan. Di KAMMI ini ana mengenal ukhuwah, di KAMMI ini ana belajar berorganisasi yang baik, dan di KAMMI ini ana mengenal saudara- saudara yang sangat luar biasa. Ana hanya bisa berdo’a semoga ketika kita mengetahui dan merasakan tantangan dakwah yang sangat berat ini tidak membuat kita menjauhi dakwah ini, menjadi orang yang berguguran dan tergantikan, tapi justru menjadi orang yang tegar dijalan dakwah. Hingga nanti kita bisa syahid bersama di dakwah ini. Perjuangan kita masih panjang, ini hanya langkah kecil kita di dalam dakwah ini.
-(DAD)-
   mentok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar