WE LOVE
KAMMI
Hmmm… ketika mendengar tema “we love KAMMI” langsung muncul
pertanyaan di benak ana,,wah seberapa besar ya cinta ane trhadap wajihah ini???
Ok dimulai dari sejak kapan si ana tahu
mengenai KAMMI? Apakah pada saat dikampus ketika banyak perempuan- perempuan
berseliweran dengan kerudung lebarnya? Atau dengan sapaan ramah para jilbaber
yang menawarkan pendaftaran bimtes? Atau pada saat melihat mahasiswa- mahasiswi
yang sedang aksi dengan lengkingan takbir yang mengundang perhatian,,,?? Hmm bisa
jadi iya, tapi lebih tepatnya ana mengenal KAMMI yaitu pada saat pertama kali
ana melihat sebuah jaket warna hijau ya sebuah jaket yang bertuliskan KAMMI
(Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) dengan jargon yang bertuliskan “Be a
Good Moslem or Die of Syuhada” beuh pas
pertama baca merinding banget, serasa hati iini bergerak untuk ingin lebih tau
lagi mengenai apa si KAMMI itu. Yang akhirnya dari situ ana mengazamkan dalam
hati bahwa ketika kelak kalau ana jadi mahasiswa maka ana harus ikut KAMMI, lah
kenapa harus menunggu kelak? Karena saat itu ana masih duduk di bangku SMP
sekitar kelas 2 SMP. Lantas ana lihat jaket KAMMI itu di mana? Ok tenang,, ^_^
saat itu ana lihat jaket milik kakak 1 ana yang kuliah di jogja. Ok singkat
cerita Allhamdulilah ana kuliah yang otomatis ana jadi sesorang mahasiswa,
walaupun saat itu ana bukan kuliah dijurusan yang memang ana sukai, bahkan
kampus yang ana tuju, namun ana ingat dengan azzam yang pada saat itu ana
ikrarkan, bahwa ana harus masuk KAMMI.
Mulailah mahasiswa baru ini mencari- cari
gimana si cara daftar or masuk KAMMI? Sebenarnya selain karena azzam ana, tapi
ana juga di amanahkan untuk ikut organisasi yang memang berbasis dakwah
(tertarbiyah) oleh Pembina ROHIS dan kaka kana yang pertama itu. Awalnya ana berfikir
lah ana kan sudah fakultas Tarbiyah jadi knapa harus msuk organisasi yang
Tertarbiyah? Ternyata tidak demikian. Dari situ semakin penasaran dan akhirnya
ana masuk atau ikut pengkaderan KAMMI tepatnya pada tanggal 07- 09 Oktober
2011.
Karena pada saat itu ana mengikuti
pengkaderan bersama orang- orang yang luar biasa,,dengan nama angkatan CERDAS
(Cendekiawan Remaja Muslim 2011) yang saat itu bisa dikatakan bak bintang baru
yang sedang terang- terangnya bersinar…(he.he.. lebay jg). Di wajihah ini, tak
henti- hentinya ana mendapatkan pengalaman baru, pelajaran baru, saudara-
saudara baru, menyenangkan sekali. Walaupun baru kenal saat di kampus tapi
serasa sudah sangat dekat sekali, mungin ini yang dikatakan dengan ukhuwah, yah
karena tarbiyah kami semua berukhuwah.
Kini sudah hampir 2 Tahun ana berada d
KAMMI, tak terasa ternyata sudah jadi pengurus (katanya?), sudah mempunyai
adik- adik baru yang harus ana rangkul, kini bukan lagi ana yang harus
dirangkul tapi ana yang harus merangkul itu kata yang terngiang dari murobi.
Tentunya ada banyak kendala yang dihadapi dalam dakwah ini entah internal atau
eksternal. Tantangan dakwah tentunya sangat beraneka ragam bentuknya. Selama
ini yang sering kita kenal ialah tantangan dakwah yang klasik misalnya:
penolakan, cibiran, cacian, bahkan teror. Yah itulah jalan dakwah, jalan dakwah
bukan rentang yang pendek dan bebas hambatan. Bahkan jalan dakwah penuh
kesulitan. Amat banyak kendala dengan jarak tak terkira jauhnya. (meni serius)
hehe…
Bukan ana tidak mengalami problemtika
dakwah, ana mengalami yang namanya, gejolak kejiwaan (bukan gila loch) misalnya
sedih, kecewa,senang, bangga, dll ,gejolak Syahwat (sering dikenal VMJ) yang
sebenarnya merupakan fitrah manusia, namun bagaimana pintarnya kita dan cara
kita mengelola fitrah itu, agar tidak menimbulkan fitnah, gejolak amarah,
ketidak seimbangan antara aktivitas pribadi dan organisasi, tekanan dari
keluaraga, bahkan merasakan kejenuhan dalam dakwah ini. Namun semakin ana mngetahui, merasakan bahwa
dakwah ini tidaklah mudah justru semakin ana mencintai dakwah ini, wajihah ini,
dan saudara- saudara yang sama- sama berjuang di dakwah ini tentunya karena
Allah.
Di KAMMI ini banyak sekali ilmu- ilmu yang
sebelumnya ana belum dapatkan. Di KAMMI ini ana mengenal ukhuwah, di KAMMI ini
ana belajar berorganisasi yang baik, dan di KAMMI ini ana mengenal saudara-
saudara yang sangat luar biasa. Ana hanya bisa berdo’a semoga ketika kita
mengetahui dan merasakan tantangan dakwah yang sangat berat ini tidak membuat
kita menjauhi dakwah ini, menjadi orang yang berguguran dan tergantikan, tapi
justru menjadi orang yang tegar dijalan dakwah. Hingga nanti kita bisa syahid
bersama di dakwah ini. Perjuangan kita masih panjang, ini hanya langkah kecil
kita di dalam dakwah ini.
-(DAD)-
mentok

Tidak ada komentar:
Posting Komentar